Wisata Alami Pemandian Air Panas Kecapi Kalianda, Lampung Selatan, Masih Dikelola Secara Tradisional, Tapi Menyajikan Sensasi Pengunjung Seperti Terlahir Kembali Dibumi Inii

10

KALIANDA- Meki masih tradisionak pengelolaannyaoleh masyarakat desa setempat, namun semua fasilitas yang dibutuhkan pengunjung sudah tersedia dengam baik, sehingga obyek wisata pemandian air anas di desa Kecapi, Kalianda, termasuk destinasi wisata lampung Selatan 6ang. cukup digemari wisatawan. Utamanya, wisatawan lokal yang ingin merasakan sensasi teelahir kembali di bumi ini. Seellaiin sensasi itu, wisata ini juga digemari masyarakkat setempat llantaran ingin dapatkan manfaat kesehata seperi pengobatan ppenyakit setruk atau gatal gatal. dike

Meski begitu, adapula pengunjungya g secara khusus ingin mendapatkan udara segar dan alami. Sebab, sekeliling wisata itu terdapat pohon lohon yang besar besar,dan rindang. Selain mendapatkan udara segar dan bersih, banyak juga wisatawan yang sebgaja ke wisata air panas tersebu, dengan tujuan utamanya mendapatkansensasi buah buah lokal seperti buah duren yang alami, matang di pohon, harganya murah, dan rasanya manis.

Untuk diketahui, jika pengunjung akan berwisata ke obyek wisata pemandian air panas Desa Kecapi Kalianda Lampung Selatan, aksesnya sangatlah mudah sekali. Bisa menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua, batas terakhir berada diareak parkir kendaraan di obyek wisata tersebut. Sedangkan untuk pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua, batas terakhir bisa mencapai lokasi pemandian wisata setempat. Di lokasi pemandian, meskipun masih dikelola secara tradisional, namun penduduk setempat yang bekerjasama dengan dinas Kehutanan Provingsi Lampung telah menyiapkan berbagai fasilitas. Diantaranya, sudah terdapat tempat khusus untuk MCK, tempat Beebilas mandi, tempat bung sampah, dan tempat aman parkir kendaraan. Begitu pula, untuk kebutuhan lainnya seperti kopi panas, sabun mandi, makanan ringan, dan lain sebagainya sudah disediakan oleh penduduk setempat, dengan cara mendirikan sebuah warung kecil dan sederhana. Sedangkan untuk mandi air panas sudah terbagi kolam kolam yang berbeda suhu airnya. Diantaranya, ada kolam yang suhu masih alami seperti air panas, kemudian ada juga kolam air panas yang suhu air hangat dan kolam dengan suhu air yang dingin. Namun, pengunjung banyak menyukai kolam yang suhu air hangat.

Lalu, untuk wisata buah duren, maka pengunjung bisa mendapatkanya disepanjang jalan menuju pemandian air panas tersebut. Masyarakat setempat banyak yang membuka kios kios berjualan buah duren disepanjang jalan menuju pemandian air panas tersebut. (asof)