SIDOMULYO–Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Zita Anjani, dan juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, mengunjungi keluarga penerima bantuan sosial bagi anak berisiko stunting di Kecamatan Sidomulyo. Senin (3/8/2016)
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat pendampingan anak serta menekankan pentingnya penanganan yang tidak hanya sebatas pemberian bantuan sosial, tetapi juga disertai dampingan intensif kepada keluarga penerima manfaat.
Dalam kegiatan itu, Zita didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan Rheny Apriyani, Ketua Dharma Wanita Persatuan Lampung Selatan Ratna Yanuana Supriyanto, kepala perangkat daerah, serta jajaran terkait lainnya dan Forkopimcam Kecamatan Sidomulyo.
Adapun salah satu keluarga yang dikunjungi berada di Dusun Dusun Way Kalang Desa Sidomulyo. Di lokasi itu, Zita berdialog langsung dengan orang tua dan anak penerima bantuan untuk mengetahui kondisi kesehatan, gizi, hingga lingkungan tempat tinggal mereka.
Menurut Zita penanganan stunting di Lampung Selatan tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Menurutnya, kepedulian sosial dan semangat gotong royong harus menjadi kekuatan utama agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan tumbuh sehat dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Tidak ada kata terlambat untuk membantu seperti ini. Jangan selalu berfokus pada anggaran untuk memberikan bantuan. Selagi kita bisa bantu ya kita bantu. Ini saja hasil dari gotong royong yang kita kumpulkan bersama,” ujar Zita.
Zita Anjani menegaskan, penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh melalui deteksi dini, pemantauan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga pendampingan tumbuh kembang anak.
Untuk itu, kami selalu berkalaborasi dengan seluruh PKK dan OPD agar selalu anak-anak kita dapat di pantau terus menerus, karena meraka adalah anak anak Lampung Selatan secara otomatis tanggung jawab kami juga.
“Jadi mengatasi stunting memerlukan kerja sama semua pihak, dari pemerintah daerah, kader kesehatan, dan masyarakat berkalaborasi,” kata Zita
Menurutnya, keberhasilan Lampung Selatan menjadi kabupaten dengan angka stunting terendah di Provinsi Lampung merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Meski demikian, upaya tersebut harus terus ditingkatkan agar Lampung Selatan dapat menjadi daerah dengan penanganan stunting terbaik di Indonesia.
“Pesan Mas Bupati kepada saya sangat jelas, seluruh anak Lampung Selatan adalah anak-anak kita yang harus dijaga. Tidak boleh ada anak yang terlantar, kelaparan, maupun putus sekolah. Insyaallah, dengan niat baik dan kerja sama semua pihak, kita optimistis angka stunting di Lampung Selatan akan terus menurun,” ungkapnya.
Zita berpesan kepada seluruh para orang tua agar selalu menjaga dan merawat anak-anak dengan baik, terutama dari segi makan dapat di jaga mulai di minimum seperti susu, telor jangan sampai kurang selama tiga bulan.
Apa bila habis, kata Zita agar segera dapat menghubungi para para kader posyandu petugas PKK Desa dan Kecamatan atau bisa langsung ke kami melalui media sosial, disitu banyak sekali yang berkomentar agar segera dapat kami tangani.
Zita menegaskan yang harus di waspadai adalah, anak-anak di bawah umur 5 tahun kebawah mereka ini masih rentan sekali terhadap penyakit-penyakit sehingga dapat berisiko stunting,. namun di atas 5 mereka sudah aman.
Akan tetapi, untuk memastikan kesehatan anak kita, satu bulan sekali agar dapat di bawa ke posyandu. Nantinya akan dilakukan pemeriksaan mulai dari lingkar kepala tinggi badan, berat badan, berbicara hingga sampai usia 5 tahun dan ini sangat penting.
“Karena fokus kita adalah anak-anak usia di bawah lima tahun karena masa itu sangat menentukan tumbuh kembang mereka, mangkanya selalu dilakukan monitoring, pemberian bantuan gizi, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembangnya,” tegas Zita.
Selain menyerahkan bantuan, Zita juga menciptakan suasana hangat dengan mengajak anak-anak berbincang dan memberikan motivasi. Ia bahkan berjanji akan memberikan hadiah mainan agar mereka tetap ceria selama menjalani masa pertumbuhan.
Zita juga menyambangi salah satu rumah keluarga penerima bantuan yang dinilai sudah tidak layak huni. Kepada Camat Sidomulyo dan perangkat terkait, Zita meminta agar kondisi tersebut segera diverifikasi untuk ditindaklanjuti melalui program bedah rumah.
Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap hak pendidikan anak. Zita meminta pemerintah kecamatan segera mendampingi seorang anak yang diketahui belum bersekolah agar dapat kembali memperoleh akses pendidikan.
Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut. Sejumlah orang tua penerima bantuan tampak menitikkan air mata saat menerima perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka mengaku bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan beserta seluruh jajaran.
Melalui pendampingan langsung kepada keluarga penerima manfaat, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama TP PKK berharap percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sehingga lahir generasi Lampung Selatan yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia emas.(*)
















